
Usai melayani pesanan pelanggan, seorang pedagang nasi goreng malam hari melanjutkan bacaannya. Dengan ditemani temaram purnama dan remang lampu 12 watt, ia tersenyum kagum mempelajari hukum tarik-menarik berusia ribuan tahun dalam buku best-seller internasional The Secret. Di tempat lain lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar samar-samar dari sebuah warung sembako kecil. Si pemilik berpikir, daripada buang-buang waktu menunggu pembeli lebih baik diisi dengan hal-hal positif.
Ketika seseorang mencintai buku, maka akan selalu ada waktu dan alasan untuk membaca; sebaliknya, sebanyak apapun waktu luang dan uang yang Anda miliki akan sia-sia tanpa cinta. Hanya setelah Anda menjadi pembaca yang baik, Anda bisa menghasilkan karya yang baik pula sebagai konsekuensi logisnya. Ibarat menikah dengan wanita impian yang Anda cintai sepenuh hati, selanjutnya memiliki momongan tinggal masalah waktu. Kalau pun hasil karya Anda belum diterima masyarakat, tak jadi masalah karena ia buah hati hasil hubungan cinta Anda.
Carl Sagan pernah berkhayal, andai saja perpustakaan Iskandariah yang menampung karya-karya berharga para filsuf Yunani selama berabad-abad tidak dibakar habis oleh masyarakat Kristen pada abad 5 M, maka mungkin saja saat ini umat manusia sudah melakukan migrasi ke planet lain. Kerugian yang diakibatkan pembakaran buku secara semena-mena telah menyebabkan kemunduran umat manusia selama 500 tahun. Sebagai filsuf Anda mesti memiliki kesadaran bahwa, "Tanpa buku Tuhan bisu, ilmu pengetahuan buntu // Keadilan buta, sastra tak bernyawa // Filsafat stagnan dan segala sesuatunya berada dalam kegelapan." (Thomas V. Bartholin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar