Hidup Bebas Sebebas-bebasnya


Beberapa filsuf Barat mengaku membenci anak-anak. Dalam pandangan mereka, pusat kehidupan anak-anak terletak pada lubang mulut yang menganga lebar, kalau bukan untuk menangis maka menuntut makanan. Anak-anak bukan manusia, tidak juga setengah manusia, melainkan setaraf dengan binatang yang hidup untuk makan. Binatang seperti anjing peliharaan malah mungkin lebih berguna untuk menjaga rumah, dan murah biaya pemeliharaan. Jika di Timur banyak anak berarti berkah, di Barat tambah beban. Jean-Paul Sartre membenci masa kanak-kanaknya sendiri. Bukan karena ia berasal dari keluarga miskin dan masa kecil kurang bahagia, melainkan karena sebagai anak-anak ia merasa tidak memiliki kebebasan sama sekali. Permasalahan bukan terletak pada bahagia atau tidak bahagia—masa kanak-kanak bagi kebanyakan orang mungkin justru masa-masa paling membahagiakan—melainkan pada kebebasan. Kebebasan untuk melakukan apa saja tanpa harus ada alasan, kebebasan untuk menjadi bahagia atau sengsara!
Beberapa filsuf lainnya menentang pernikahan. Memilih untuk menikah berarti menyerahkan kebebasan yang dimiliki, padahal bagi banyak filsuf kebebasan bahkan lebih berharga dari nyawa sendiri. Menikah ibarat perangkap yang menjebak seseorang dalam lingkaran setan kehidupan: Setelah menikah Anda wajib bekerja siang-malam sepanjang tahun mencari nafkah buat keluarga, tak ada lagi waktu memikirkan diri sendiri. Sungguh tidak sepantasnya seorang filsuf menjadikan pernikahan sebagai pelabuhan terakhir kehidupan.

Bagaimanapun untuk menjadi filsuf tak perlu sedramatis contoh di atas. Anda diperkenankan membangun keluarga impian sendiri: Istri cantik setia pintar masak, anak-anak yang lucu dan pintar. Tapi sebagai filsuf Anda tak boleh terikat dengan mereka, begitu pun Anda tak boleh mengikat mereka! Bayangkan induk bebek yang amat mencintai anak-anaknya. Apapun yang mereka inginkan dikabulkan, ke mana-mana berenang bersama-sama. Suatu hari, seluruh keluarganya mati dimakan buaya! Induk bebek berkotek-kotek sesaat, lalu berlalu. Kembali terbang bebas ke angkasa, membawa luka gigitan buaya di sayap kirinya.

0 komentar:

Poskan Komentar